Ban Bekas Dibatik Ulang! Amankah Untuk Digunakan, ini Penjelasannya

Halo sahabat otomotif di manapun kalian berada, kali ini kita akan sedikit membahas akan ban bekas yang di batik ulang alias ban yang di buat alur lagi. Mungkin sahabat otomotif di sini sudah pada tahu akan ban yang satu ini. Bagi orang yang notabennya ingin melakukan penghematan pasti sering membeli ban-ban seperti ini.

Banyak sekali kita jumpai ban yang sudah gundul sering diakali lagi dengan dibuatkan alur baru dengan tujuan agar bagian ban tidak halus atau terlihat masih memiliki alur seperti baru. Biasanya sering di sebut ban “batikan” atau ban “garitan” karena memang proses membuatnya di “garit” di coak dengan silet. Bahkan nih dengan membeli ban seperti ini kalau dilihat sekilas, apalagi yang mencoak lumayan ahli pasti tidak terlihat kalau ban ini adalah ban daur ulang yang di batik lagi.


Menariknya lagi ban-ban bekas yang di batik ulang ini harganya relatif murah, ada yang seharga Rp 15.000 sampai Rp 20.000 tergantung tingkat ketebalan ban bekas. Dengan harga ini tentunya akan mengurangi pengeluaran dan bisa di gunakan untuk kebutuhan lain, karena jika kita ketahui ban baru saja harganya sekitar Rp 100.000 lebih, jadi dengan membeli ban bekas ini bisa lebih hemat ya kurang lebih Rp 80.000 an lah.

Namun tidak selamanya lho yang hemat itu aman dan layak pakai. Karena, bisa saja barang-barang seperti itu mengancam jiwa dan keselamatan penggunanya sendiri. Dengan alih-alih pengen dapat yang murah malah buat celaka diri sendiri. Bahkan ada salah satu stasiun TV yang membahas soal ban yang di batik ini lihat gambar di bawah.


Sebenarnya ban dari pabrikan itu dibuat dengan berbagai lapisan atau ply. Jika kita ketahui setiap lapisan itu memiliki fungsi masing-masing, petama dari paling luar yang terdapat alur dirancang untuk mencengkeram aspal dengan kedalaman alur ban sudah dirancang dengan aman, kemudian pada bagian dinding difungsikan untuk menyangga beban kendaraan dan lapisan kedua ini adalah serat dan kawat pada ban yang menjadi lapisan terakhir.

Jadi ban bekas yang di batik ulang itu sebenarnya berbahaya, karena ban-ban ini termasuk ban yang sudah pada lapisan ke dua. Perlu kamu ketahui jika permukaan ini sangatlah berbahaya, bahkan jika kena benda tajam seperti kerikil bisa meledak, dan lapisan terakhir ini juga bisa menimbulkan benjolan saat kita menggunakannya pada jalan yang kasar atau berkerikil bahkan bisa sobek ketika terkena kerikil.

Namun jika kamu merupakan salah satu orang yang ingin hemat alangkah baiknya jika kamu memperhatikan ban batikan yang akan kamu beli. Pertama perhatikan fisik ban dan juga tahun produksinya jangan terpacu dari penampilan ban yang diukir saja. Hal yang paling penting adalah tetaplah prioritaskan keselamatan kamu, jangan sampai memilih hemat yang seperti ini lantas nyawa kamu jadi taruhannya.

Belum ada Komentar untuk "Ban Bekas Dibatik Ulang! Amankah Untuk Digunakan, ini Penjelasannya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel